Mengapa Ada Nomer Di Setiap Jersey Bola? Berikut Sejarahnya

Sponsor dan sepak bola modern adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Klub membutuhkan peran sponsor untuk dapat bertahan hidup, biaya operasional, dan menggaji pemain.

Jadi dengan kata lain di era sepak bola modern ini tidak ada club sepak bola profesional yang tidak memakai sponsor.

Banyak sponsor yang mau mengucurkan dana melimpah untuk membantu kelangsung hidup suatu klub. Sebagai imbalan, para club sepak bola profesional tersebut akan memasang logo sponsor di kostum sepak bola (jersey) clubnya selama club tersebut bertanding.

Bagi sponsor, ini jelas jadi keuntungan tersendiri sebagai bentuk promosi karena logo mereka dapat disaksikan oleh puluhan ribu bahkan jutaan pasang mata penggemar yang menyaksikan klub idola mereka bertanding. Ini tentunya akan meningkat value sponsor di mata publik.

Namun sebelum logo sponsor terpampang di jersey klub, ada sejarah panjang yang mengiringinya. Tahukah anda mengenai sejarah asal mula munculnya embel embel komersial (tulisan sponsor) di kostum sepak bola (jersey) ?

Konsep sponsor pada seragam sepak bola mulai dikenal pada tahun 1950-an. Pada era ini Austria, Denmark, dan Prancis adalah beberapa negara yang klub-klub sepak bolanya mulai menampilkan sponsor pada jersey mereka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh tambahan pendapatan.

 

Namun, tidak semua klub di Eropa melakukan hal yang sama. Sebab, banyak liga di negara-negara daratan Eropa melarang adanya logo dan nama pada seragam suatu klub selain nama dan logo klub itu sendiri.

Berdasarkan sejumlah referensi, di Benua Eropa sendiri kesebelasan asal Portugal, Penarol-lah yang menjadi kesebelasan pertama yang menempatkan logo sponsor di kostum mereka. Namun, kita tak bisa melepaskan peran kesebelasan Jerman, Eintracht Braunschweig, yang membuat kesebelasan lain sadar bahwa mereka bisa memanfaatkan ruang untuk menambah pemasukan.

Awalnya, CEO Jaegermeister (produk bir), Guenter Mast, menawarkan 800 ribu marks (mata uang Jerman kala itu) dan menukarkannya dengan logo produk mereka di kostum Braunschweig. Setelah kesepakatan terjalin, klub meminta izin pada Asosiasi Sepakbola Jerman, DFB. Namun, DFB menolak karena statusnya sebagai badan amatir yang hanya memperkenankan logo kesebelasan hadir di kostum.

Dengan nilai kontrak yang begitu besar, sayang bagi Braunschweig untuk melewatkan kesempatan tersebut. Manajemen pun akhirnya mengubah logo kesebelasan menjadi logo Jaegermeister. DFB tak bisa melarang, karena toh logo tersebut adalah logo klub.

Merasa kecolongan, DFB pun mengalah. Pada Oktober 1973, atau tujuh bulan dari kejadian tersebut mereka memperbolehkan logo sponsor hadir di kostum pemain. Momen tersebut bukan cuma jadi tonggak penting bagi sejarah sepakbola Jerman, tapi pada kompetisi sepakbola dunia pada umumnya.

Ketika sponsor pada seragam sepak bola telah mendapatkan tempat di Jerman, tidak demikian dengan di Inggris. Liga terbesar dan paling kompetitif pada saat ini itu bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa denda yang besar pada klub yang mengenakan seragam yang memuat tulisan atau logo dari perusahaan sponsor.

Liga Inggris baru mulai mengizinkan sponsor pada seragam sepak bola empat tahun setelah Jerman melakukannya.

Di Inggris sendiri langkah ini pertama kali dilakukan oleh klub amatir Kettering Town tahun 1977. Klub yang berlokasi 130 km dari London itu pertama kali memasang nama sponsor di bagian dada kostum saat melawan Bath City di pentas Southern League, kasta ketujuh dalam piramida kompetisi Inggris, tepatnya 24 Januari 1976.

Sementara itu, untuk kasta tertinggi, Liverpool menjadi kesebelasan profesional Inggris pertama yang meletakkan sponsor di jersey. Kala itu, The Reds menjalin kerja sama dengan Hitachi yang bernilai 50 ribu pounds selama semusim.

Kini, logo sponsor pada jersey sepak bola pun semakin menjadi-jadi, Tidak cuma di bagian depan, logo sponsor pun menempel di tempat lain di jersey. Seperti FC Basel yang musim ini memasang tiga sponsor di jersey saat tampil di liga domestik.

Atau di tanah air, misalnya Persib Bandung, yang menempel hingga sembilan nama sponsor di jersey saat mengarungi Liga Super Indonesia (ISL) 2015 nanti.

Bukan hanya jersey untuk bermain di pertandingan, klub pun mencoba mencari peluang lewat seragam latihan dan lain-lain. Tentu saja sponsornya pun berbeda-beda.

Bagi klub dan sponsor, penjualan jersey akan menjadi ajang bisnis untuk meraup untung. Setiap awal musim apparel yang menjadi sponsor klub selalu memunculkan jersey dengan model baru.

Karena sejatinya pendukung klub sepak bola akan mengasosiasikan dirinya dengan klub bahkan dengan pemain idolanya lewat replika jersey. Penggunaan jersey adalah kebanggaan para pendukung.
Nah untuk kamu yang ingin memasang logo sponsor brand besar di jersey futsal tim kesayangan, sekarang mudah sekali loh. Karena saat ini sudah ada banyak vendor konveksi yang dapat membantu kamu untuk bikin jersey futsal custom. Salah satunya adalah Fullprint.id

Selain terkenal karena kualitas dan pengalaman bertahun tahun dalam membuat jersey custom terbaik. Fullrint.id juga memberikan solusi bagi kamu yang belum bisa atau tidak punya waktu untuk mendesain jersey futsal custom. Cukup kunjungi https://fullprint.id/jasa-design maka solusi desain mendesain akan teratasi
Semoga bermanfaat 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *